Monday, January 3, 2011

Vegetarian : Makanan Bagi Kesehatan Jasmani dan Mental - Brahma Kumaris, London


Sumber : Info Vegetarian edisi Millenium

Ada pepatah mengatakan, “Katakan apa makanan Anda dan saya akan mengatakan siapakah Anda, kebiasaan, dan perilaku Anda.” Tidak diragukan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kepribadian dan perilaku seseorang, termasuk makanan yang berpengaruh juga besar pada pikiran seseorang. Pengalaman menunjukkan kepada kita bahwa pola makan sangat erat berhubungan dengan pemikiran dan kebiasaan seseorang. Maka orang yang ingin membersihkan pikiran dan memperbaiki sifatnya harus makan secara sattwic. Dengan makanan sattwic, akan membantu jiwa dan emosi tetap berada dalam keadaan tenang dan seimbang. Makanan yang ‘bersih’ membuat kita menjadi ringan dan segar serta membentuk pikiran yang positif. Pikiran tidak teratur, liar, gelisah jika pola makan kita sangat menggairahkan, beracun, sehingga kepribadian akan terus merosot dan mengakibatkan tekanan jiwa, depresi, gelisah, dan tidak tenang. Kita adalah Vegetarian Secara alami manusia adalah vegetarian dan fruitarian (pemakan buah) dan seharusnya hanya mengkonsumsi tetumbuhan saja, yaitu makanan sattwic. “Makan satu pon buah dan sayur sehari jika ingin hidup sehat” adalah pesan dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Usus manusia memiliki panjang 6 kali panjang tubuhnya sehingga mirip dengan usus hewan herbivora. Makanan harus Bermanfaat bagi Jasmani dan Rohani Para ahli Barat menyatakan bahwa makanan hanya bermanfaat bagi tubuh, bahwa makanan juga memelihara kesucian pikiran dan jiwa. Sehingga jenis makanan yang menodai pikiran dianggap tidak cocok untuk dikonsumsi, walaupun bermanfaat bagi tubuh maupun karena kelezatannya. Karena alkohol mempengaruhi keadaan pikiran berarti juga mempengaruhi kondisi fisik. Dengan membunuh hewan atau burung untuk dimakan, akan memberikan tendensi untuk membenarkan kekejaman. Selain itu, makan daging juga menghilangkan kepekaan, cinta kasih, dan keramahan. Setiap vitamin, mineral dan makanan memiliki tujuan dan efek tertentu dalam tubuh dan fungsi mental kita, dan yang lebih mendasar adalah pada sikap kita. Otak adalah organ tubuh yang sangat sensitif, bereaksi terhadap zat yang tidak berguna dan menyadari adanya racun dalam tubuh secara cepat. Seperti halnya tidak ada sidik jari yang sama, tidak ada pula biokimia tubuh yang sama. Tetapi kita dapat mengkonsumsi makanan yang umum dianggap menyehatkan jiwa dan tubuh. Makanan tamsic atau yang berasal dari makhluk hidup menciptakan berbagai penghalang, seperti keracunan, rasa riang berlebihan, lemah, mengantuk, nafsu, dan pikiran-pikiran yang tidak senonoh. Intelegensia menjadi berantakan atau goyah akibat goncangan pada pikiran dan perasaan. Dan ketika intelektual ternoda, tidak sadar, tidak seimbang, dan salah, akan mengakibatkan kita menjauh dari Yang Maha Kuasa dan tidak dapat membedakan antara yang baik dan buruk, benar dan salah. Misalnya orang yang meminum anggur, ia akan kehilangan kemampuan membuat keputusan. Fungsi nalar dan pertimbangan telah terganggu. Ia menjadi tidak arif dan mudah marah. Manusia Tidak Seharusnya Membunuh Tubuh manusia, gigi, usus, tangan, dan sebagainya, sangat berbeda dengan hewan buas. Manusia seharusnya bersikap intelek, alami, dan bermoral sebagai superior kaum hewan. Karena ia adalah pelindung dan penyayang bukan pembunuh hanya untuk memenuhi kepuasan lidahnya, dengan mengenyampingkan begitu banyak makanan lain di dunia ini. Prinsip hidup manusia adalah bertahan hidup dan membiarkan yang lain untuk juga hidup. Memelihara dan memberi makan hewan lalu membawanya ke tukang jagal adalah bentuk penghianatan, sadis, dan primitif. Manusia bukanlah burung pemakan bangkai, tidak perlu membersihkan daging-daging mayat sisa kematian. Perlu dipahami bahwa sejak manusia mencicipi daging dan darah, ia telah menentang dirinya sendiri dan mendatangkan bencana bagi umat manusia. Hal ini pula yang membawa pertentangan antara manusia, antar negara, pertumbuhan darah dan pembunuhan masal yang saat ini terjadi. Vegetarian Baik untuk Pertumbuhan dan Stamina Ada orang yang mengatakan bahwa makanan non vegetarian memberikan energi yang lebih banyak. Hal ini sangat tidak masuk akal. Kita dapat melihat bahwa hewan-hewan bertubuh besar dan melakukan pekerjaan berat adalah pemakan tumbuhan, seperti gajah, kuda, onta, sapi, dan keledai. Mereka kuat tetapi juga penurut. Dalam berbagai pekerjaan yang membutuhkan stamina dan mental yang prima, vegetarian telah terbukti menjadi yang terbaik. Para perenang ternama Australia adalah vegetarian. Sebagian besar pegulat Indian dan Jepang adalah vegetarian. Banyak pemikir dan filsuf terkenal dunia adalah vegetarian, misalnya Albert Einstein, Leo Tolstoy, Isaac Newton, George Bernard Shaw. Para imama Mesir juga bervegetaris, untuk membantu mereka menjalankan ikrar hidup selibat. Pengikut Gereja Advent Hari Ketujuh, Jains, Brahma, umat Buddha, kaum Yogi sangat menganjurkan para penganutnya untuk bervegetaris. Brahma Kumaris adalah organisasi spiritualitas yang menekankan hidup tenang berdasarkan pikiran dan jiwa yang tenang. Selain bermeditasi, pengikutnya juga dianjurkan untuk menjalankan vegetarianisme untuk mencapai ketenangan jiwa.

Lembu yang Memohon Ampun

Sumber : Cerita Klasik Makna Sebutir Nasi

Dikisahkan pada dinasti Beng Tiaw, di antara lereng-lereng gunung hiduplah sebuah keluarga petani. Petani ini memiliki seekor lembu yang dibelinya berpuluh tahun yang silam ketika lembu itu masih kecil. Selama puluhan tahun lembu itu mengabdikan hidupnya demi penghidupan tuannya sekeluarga. Tapi kini lembu itu telah tua dan tubuhnya pun sudah lemah. Pada suatu hari ketika sedang makan, petani itu mengutarakan niatnya untuk memotong lembu yang sudah lemah tak berdaya itu, dan akan membeli seekor lembu lagi yang masih mudah dan bertenaga. Niat ini disambut oleh anak-anaknya dengan sorak gembira. “Horeee… horeee… kita akan mencicipi daging lembu yang lezat….,” teriak mereka. Petani itu hanya tersenyum melihat tingkah anak-anaknya. “Sebagian daging dan kulitnya kita jual untuk menambah uang membeli seekor lembu yang masih muda,” ujar petani itu kepada isterinya. Isterinya pun mengangguk kagum atas kepintaran suaminya untuk tetap mendapatkan keuntungan. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali petani itu dengan membawa seutas tali yang panjang bersama tukang jagal yang membawa sebilah golok berkilauan menghampiri kandang lembu itu. Kelihatannya lembu itu mulai berfirasat buruk. Ia berjalan kesana-kemari mengelilingi kandangnya dengan hati gelisah tak menentu. Tatkala tuannya mengikat tali ke lehernya, ia mengeluh dengan nafas tertekan sedih. Saat tuannya hendak menarik ia keluar, ia langsung berlutut sambil mencucurkan air mata seolah-olah ia tak dapat mengutarakan kesedihan hatinya yang amat mendalam. Tapi dapatkah tuannya mengerti akan perasaannya itu? Tidak! Malah petani itu menjadi naik darah, dia dan tukang jagal tersebut menyeret tubuh itu hingga lututnya berdarah. Namun ia tetapi bertahan dengan cucuran air mata yang tiada henti-hentinya jatuh membasahi mukanya. Lalu tukang jagal tadi mencambuk kulit lembu itu hingga lecet penuh darah. Akhirnya lembu itu berdiri karena tak dapat menahan sakit lagi. Ia menengok ke belakang sewaktu akan meninggalkan kandang yang sudah sejak kecil ia diami. Pedih menyayat hati karena harus berpisah pada waktu hidup, dan kali ini ia pergi tak akan kembali lagi!!!! Bertahun-tahun lembu itu bekerja keras penuh penderitaan untuk tuannya, mengapa harus berakhir demikian? Leher terputus disertai air mata yang meleleh jatuh membasahi permukaan bumi. Kalau memang nyawa lembu itu tidak perlu disayangi, namun budi jasanya selama ini terhadap tuannya apakah harus dilupakan begitu saja? Untuk itulah kita semua dianjurkan bervegetarian guna menghilangkan sifat egois kita dan mendengar penderitaan makhluk lainnya, serta melenyapkan kilesa sehingga dapat mengembalikannya ke Watak Semula (Hati Nurani) yang penuh metta dan karuna. Walaupun makhluk itu berbeda wujud, jasmani, ras dan tempat tinggal, namun rohaninya tetap sama. Semuanya merupakan putra-putri Tuhan Yang Maha Esa.

10 KEBIASAAN YANG DAPAT MERUSAK OTAK


Sumber : KASIH LESTARI



10 kebiasaan yang dapat merusak otak - dr. Martin Leman

1.. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2.. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3.. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4.. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.

5.. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6.. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7.. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8.. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9.. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10.. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Cara Vegetarian yang Benar


Cara Vegetarian yang Benar
Vegetarian adalah pilihan untuk hidup sehat dan sekarang sedang tren. Tetapi banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara menjadi vegetarian yang benar. Senin (25/1/2010) detikHealth mewawancarai saya tentang bagaimana cara mudah menjadi vegetarian dengan tetap sehat.
Berikut ini petikan wawancara tersebut:
Bagaimana cara memulai menjadi vegetarian?
Mudah sekali untuk memulai bervegetarian. Saya sarankan mulai mengurangi daging secara bertahap, agar tubuh bisa melakukan penyesuaian. Misalnya mulai mengurangi makanan daging binatang berkaki 4, kemudian berkaki 2, kemudian binatang laut, dan seterusnya.
Secara intensitas juga dikurangi bertahap, misalnya tadinya setiap hari makan daging, cobalah tidak makan daging seminggu sekali, kemudian seminggu 3 kali, dan akhirnya setiap hari tidak makan daging. Kemudian tahap lebih lanjut, kuah makanan yang ter-”cemar” daging juga tidak boleh, demikian juga minyak bekas menggoreng makanan hewani.
Usia berapa sudah bisa menjadi vegetarian?
Menurut saya usia di dalam kandungan pun boleh vegetarian, dengan catatan si ibu harus memperhatikan gizi dan nutrisi yang dikonsumsinya, dan tentunya konsultasikan dengan dokter yang mendukung vegetarian.
Apa benar jika menjadi vegetarian badan menjadi tidak bertenaga?
Tidak benar bahwa menjadi vegetarian badan jadi tidak bertenaga. Buktinya banyak atlet yang bervegetarian dan berprestasi. Orang yang bervegetarian lalu badannya jadi tidak bertenaga dapat dipastikan tidak memperhatikan pola makan dan asupan gizinya. Pemakan daging pun akan tidak bertenaga jika kekurangan gizi.
Adakah pantangan orang sakit tertentu yang tidak bisa menjadi vegetarian?
Rasanya tidak ada orang sakit tertentu yang tidak bisa bervegetarian. Karena bervegetarian justru makin sehat. Biasanya dokter justru menyarankan banyak makan sayuran jika sudah kena penyakit-penyakit berat tertentu.
Seperti apakah cara makan yang benar untuk vegetarian?
Cara yang benar adalah makanlah dengan menu yang bervariasi, seperti tahu, tempe, variasi sayuran aneka warna, variasi kacang-kacangan, variasi aneka jenis jamur, jangan terlalu sering makan gorengan, makanan bersantan, hindari telur, jangan terlalu banyak garam atau gula. Dan jangan lupa untuk minum air yang cukup dan banyak makan buah-buahan.
Apakah sulit menjadi vegetarian sementara di keluarga tidak ada yang menjadi vegetarian?
Mungkin bukan sulit, tapi agak repot jika dalam keluarga harus menyediakan makanan untuk non vegetarian dan juga menyediakan untuk yang vegetarian. Karena itu paling baik sekeluarga sama-sama vegetarian. Jika dalam keluarga hanya Anda yang vegetarian, jangan patah semangat, karena itu pertanda permulaan yang baik untuk keluarga Anda.
Repotkah menyediakan makanan vegetarian?
Makanan tradisonal kita kan banyak yang vegetarian seperti gado-gado, karedok, urap, lalapan dan lain-lain. Tapi kalau mau beli di luar juga sekarang sudah banyak di kafe, kantin, food-court atau rumah makan yang menyediakan masakan vegetarian. Saya punya daftarnya di http://www.vegetarian-guide.com/vegetarian-restaurants-indonesia
Adakah risikonya kalau menjadi vegetarian?
Risikonya tidak ada. Hanya saja berdasarkan pengalaman pribadi, kadang ada teman yang suka mencemooh kita dalam batas bergurau. Tapi itu tidak apa-apa, karena kita tahu mereka yang mencemooh itu sebenarnya tidak paham.
Apa manfaat menjadi vegetarian?
Manfaatnya banyak sekali. Dari aspek kesehatan sudah banyak penelitian menunjukkan terbukti jauh lebih sehat. Dari aspek lingkungan, sekarang para pakar lingkungan membeberkan ternyata peternakan menjadi penyumbang terbesar pemanasan global, jadi dengan bervegetarian berarti kita turut menyelamatkan bumi kita. Dengan bervegetarian kita juga lebih berpotensi terhindar dari penyakit-penyakit yang menular melalui hewan seperti penyakit sapi gila, flu burung, flu babi, flu kambing.
Bagaimana tips menjadi vegetarian yang baik, karena kondisi lingkungan kadang-kadang membuat vegetarian tidak disiplin?
Menurut saya, kalau ingin bervegetarian dengan baik, tentunya kita harus lebih sering berkomunikasi atau bersosialisasi dengan lingkungan orang-orang yang bervegetarian, sehingga ketika kita berada di lingkungan yang tidak mendukung, disiplin kita tetap terjaga. Punya teman yang sama-sama vegetarian juga sangat membantu menjaga semangat bervegetarian. Berbagilah dengan lingkungan disekitar kita info-info vegetarian, sehingga mereka menjadi tahu manfaatnya.
http://health.detik.com/read/2010/01/25/103224/1285285/775/menjadi-vegetarian-yang-benar

Going Vegetarian


by Jacklyn Hopper
Are you thinking about making the transition to a vegetarian or vegan diet? If so, that's good news. With more and more emerging research supporting the benefits of a plant-based diet, along with fast growing demands (and websites like HappyCow that leads one to vegetarian restaurants and health food stores), it is easier than ever to become a vegetarian.

Stereotypes project that vegetarians and vegans only eat lettuce and a few vegetables and that their diets are boring. But the standard American diet, which used to make once healthy populations now obese and unhealthy, almost always consists of mainly just flesh meat and processed junk food.
Just because non vegetarians gorge on the flesh of cows, pigs, chickens, turkeys, lamb, fish, and animals does not qualify their diet as "varied" or balanced. In fact, it's the very opposite that rings true!

When you speak with most vegetarians and vegans, they will tell you that since becoming vegetarians, they have become more open to food variety and have discovered a cornucopia of wholesome and delicious food options.
There are vegetarians and there are vegansA vegetarian diet consists of mostly plant-based foods and no animal flesh. Some vegetarians consume eggs and/or dairy while others do not. A vegan diet, the most strict form of vegetarian, eliminates all animal products and animal by products. But do not think that vegans are deprived. On the contrary, vegans have access to everything they want to eat, only their foods are made without animal products - from ice cream, cake, cookies, pastries and gravy to mock "meats" that taste so much like the real thing. While the vegan versions of favorite foods are just as delicious, if not more, they contain no cholesterol and almost no saturated fat or none at all! It's a win-win situation. If there are the same tasty food options available that involve no cruelty to animals, that are healthier, and the producing of them is gentle on the environment, why not choose the more healthy, beneficial choice?

There is a stereotype is that vegetarians and vegans are "hippie wannabes", but consider that those very people who subscribe to such stereotype actually admire many vegans and vegetarians without even knowing it! You don't see Pamela Anderson, Brad Pitt, Christie Brinkley, Penelope Cruz, Josh Hartnett, Natalie Portman, Alicia Silverstone, and many celebrity vegetarians wearing hemp and tie-dye, brightly colored bandanas and flowers while shouting, "Free love!" and lighting up a joint. The reality is that many of today's top professionals, doctors, celebrities, along with revered minds of the past including Shakespeare, Leonardo Da Vinci, Ghandi, Buddha believed in eating plant-based diets that do not harm living creatures... even Albert Einstein and Jesus Christ. See list of HappyCow's list of famous vegetarians.
How does one get enough protein as a vegetarian?
The "but you need more protein" issue is a myth - it is a false argument. It is based on a far outdated experiment conducted in the early 1900s on rats. Many current medical studies are showing that too much protein, in fact, especially from animal protein, is the problem. Too much animal protein can impair the kidneys as well as leach calcium, zinc, B vitamins, iron and magnesium from our bodies. Studies have also correlated too much protein with osteoporosis, heart disease, cancer, and obesity. We've all heard the saying, "Everything in moderation." The thing is, an overly excessive amount of protein in the human body can is detrimental to health.

Although too much protein is bad, our body needs some amounts of it. Protein is deemed as "the building blocks of life," and everything has protein in it in varying amounts. A varying diet consisting of vegetables, fruits, beans, grains, and legumes provides more than adequate amounts of protein - only without the added cholesterol and saturated fats, antibiotics, chemicals, steroids, sulfuric substances, etc., found in animal sources.

The best way to eat, for me, is to consider which food will give me more nutrition per calorie, ie. the most nutritional bang for my caloric buck. This is one of the reasons I, along with vegetarians I know, stay trim and healthy. One hundred calories of cow meat is tiny, but one hundred calories of broccoli is a huge amount of broccoli. Besides, anything you think you might be getting from eating flesh meat is only "second-hand." Where does the cow get its protein? Like babies who feed on their mothers' milk, getting the nutrients from the milk that their mother already consumed, people who eat animals are only getting the nutrients, second-hand, that the animal already consumed. Personally, I'd rather get first-hand quality where my health is concerned. A good book that delves into thirty years of studies where animal protein is concerned (including milk) is The China Study by T. Colin Campbell, PhD.

Read more on: vegetarian protein
What about calcium? Do I need dairy for strong bones?
NO, you do not need animal dairy for calcium or anything. This idea is perpetrated by an extremely aggressive advertising program paid for by the dairy industry that is not based on good science. It is a money-making scheme. Milk is an animal protein, and thus contributes to the host of illnesses listed above. Studies have shown that that people in countries that consume milk routinely tend to have weaker bones than those in countries that avoid milk. Osteoporosis have been correlated to an excess of protein in the diet along with sedentary living. Milk does NOT slow the process of osteoporosis that commonly occurs in older women. Pasteurized, processed dairy, in my opinion, is a toxic "food group". It doesn't help that it's basically all saturated fat and cholesterol. Dairy also contains antibiotics, hormones, pesticides, steroids, chemicals, and even perchlorate (that is the scientific word for rocket fuel!) Yuck! Dioxin, too, one of the most toxic substances in the world, is often found in dairy products. And how about the blood cells and pus that come in it, too, from the far overgrown mutated utters that are hooked up to painful metal machines all day to keep up with demand so that they blister and bleed? Not so appetizing.
On the other hand, a reliable source of minerals (manganese, chromium, selenium and magnesium) can be found in fruits and vegetables and in higher quantity and better quality. Fresh fruits and veggies are also high in boron, which helps lessen the loss of calcium through urine - while animal protein increases the loss of calcium through urine. Plant-based foods are abundant in first hand calcium that is more easily absorbed by the body. This includes, but is not limited to, quinoa, molasses, green leafy vegetables such as kale, collards (any kind of greens, really), broccoli, soy products, grapefruits, chickpeas, fortified grains and cereals, red beans, seeds, raw nuts, etc... Read more on: vegetarian nutrition

Going from vegetarian to vegan
It is as simple as cutting out the dairy and animal by-products. Check online or in books to see what animal by-products are. See HappyCow's list of animal ingredients
.
Examples of animal by-products are gelatin, glycerin (unless specified that it's from plant sources), cochineal, casein, whey, etc. Don't let your jaw drop just yet, though - it's far easier than it seems; I promise. The healthiest vegan stays almost exclusively in the fresh produce section and the bulk staples section, where one can stock up on things such as fresh seasonal fruits and vegetables, oats, rice, beans, flour, seeds, various grains, etc. There's no worry there - everything is mostly likely vegan.
Make your meals at home. You can make cooking fun by inviting some friends over and doing it together. It can lead to a lot of laughter and interesting conversations. HappyCow and websites like Vegweb offer hundreds ofvegetarian recipes to help you make yummy homemade meals. Book stores carry vegan cookbooks. And it's often easy to "veganize" your favorite recipe with substitutes.

For instance, if a baked goods recipe calls for an egg, you can use half a mashed banana, a bit of applesauce, tofu, Ener-G brand egg replacement, or blend some flax seeds with a bit of water in a blender until they are the consistency of raw egg. For milk, you can use soy milk, rice milk, almond milk, oat milk, or hemp milk. Soy milk tends to be the most commonly used replacement, and if you don't mind a little fat, Very Vanilla Silk Soymilk brand "for kids" (who says adults can't enjoy it, too?") tastes just like melted ice cream. Non-fat soymilk, such as West Soy brand non-fat, comes in vanilla or plain. You will be able to find different flavors of soymilk such as chocolate, chai, and coffee, at most majory health food stores. Around the holidays, Silk brand offers a soy nog that tastes very much like eggnog.

For butter, you can use vegetable margarine or oils; I find that dishes taste the same without that added butter fat. Cheese cake? No problem. Toffutti brand makes a vegan-style cream "cheese" that produces cheesecakes that taste just like the dairy version. Tacos? There's always the option of beans and lentils, but if you want that meaty flavor and texture, TVP (textures vegetable protein) is the way to go. TVP tastes has a meaty texture. Add some sauce, and it is a surefire way to make your meat-eating friends believe they are eating beef in their tacos! If friends know you as a strict vegan, you could really have some fun with this.

You will be able to find substitutes for any kind of meat to make the dish that you want to make. There are substitutes for burger patties, ground beef, chicken (nuggets, slices, patties, strips, etc), turkey, deli slices, hot dogs, fish, shrimp, etc... Yes, vegans have it all. By reading the ingredient labels carefully, you will be able to determine which meat substitutes are vegetarian, and which are vegan. The non-vegan ones might contain egg and some kind of dairy (as in casein and whey). And then there is tofu, the ultimate vege "meat". Tofu soaks up the flavors in a dish, and is highly versatile; you can even make delicious pudding with it.

And, yes, there are also vegan versions of cheese, whipped cream, frosting, gravy. . .you name it. Try chocolate without the milk added in chocolate bars, baking chocolate chips, and hot cocoa. Even vegan ice cream comes in several brands and an assortment of flavors. Try the Toffutti Cutie brand of ice cream sandwich!
Einstein
How about snack foods?
Well, you certainly don't have to give up that habit. You really don't have to "give up" anything when you become a vegetarian or vegan. There are vegan versions of almost everything available. Most potato chips and tortilla chips, unless made with some kind of cheese or dairy derivative, tend to be vegan. Check the labels.

Most health food stores and markets sell everything I've mentioned (and then some). Natural foods markets are a blessing for vegetarian and vegans. You will see isles upon isles, shelves upon shelves, of veggie friendly products. Even websites, such as VeganGiftShop.com, or Google "vegan snacks", offer many of alternative food options. If you want to know what is vegan in the conventional grocery stores, log onto: www.peta.org/accidentallyVegan. The site page supplies an extensive list of what is vegan.
Don't like the taste of vegetables?
Vegetables are the most nutrient-dense foods. They are essential in any healthy diet. It's usually in the spicing - it's hard to believe anyone could take a taste of Indian vegetable dishes or Middle Easter vegetable dishes and hate the taste. Their cuisine is among the most delicious in the world. But, if that doesn't work, an awesome method to get some vegetables into your body is making yourself a green smoothie. What you do is you mix vegetables in a blender with fruit, and the taste of fruit overrides the taste of the vegetables and it no longer tastes so "vegetabley." You can be creative and do any amount of combinations you like with this. Pineapple is especially useful because of the strong fruity taste, but any fruit really works. Just make sure you still put a good amount of green vegetables in there and you got a tasty glass of immeasurable nutrition.
My family eats out at non-vegetarian restaurants. What can I do?
If your family is adventurous, you could suggest going to a vegetarian restaurant once in a while or going to a vegetarian-friendly place. Often times, meat eaters are surprised by the veggie dishes served at vegetarian restaurants. The experience might open them up to the wide variety of plant foods that are available. If your family is not open to trying pure vegetarian restaurants, then you could suggest going to a vegetarian-friendly place. Try restaurants that offer international cuisines such as Indian, Middle Eastern, Ethiopian, Greek, Thai and Chinese restaurants. Often times, you will find vegetarian dishes on the menu. You could always ask for substitutes ("no oyster sauce", etc.). Many customer friendly restaurants are willing to make substitutions whenver possible. Don't be afraid to ask. Occasionally, restaurants will make "impromptu" meals to suit your needs when requested. You could call ahead to check.
How do vegetarians deal with negative comments and such?
When you become a vegetarian or vegan, you are bound to hear negative comments made about the diet, maybe from family members or peers. The people who make comments against a vegetarian diet are almost always people who lack true knowledge about vegetarianism and health. When a person makes a baseless, negative comment in any other area of life, what do I tend to do? Ignore it because I know what s/he said isn't true. Reacting with anger only adds fuel to fire. Being pushy, preachy, or condescending in return? Two wrongs don't make a right; it only makes the ignorant less open to learning about where one stands. It's said that the best "revenge" is to succeed. When you eat a balanced vegetarian diet, you will be healthy. Be happy and healthy. Get lots of books on vegetarianism and become extensively informed on the subject. And when someone asks you about your new diet, share with them what you know. The best thing to do is to lead by a positive example. For books on veganism, check out: VeganGiftShop.com
Jesus
What about holiday meals?
Large natural foods markets usually will offer special holiday meals for vegetarians and vegans - or ask them to! Browse the frozen section at the health food stores, for vege turkey and vege ham products if that's what you need. Try Tofurkey, a vege turkey with stuffing. Or make something yourself. In fact, whip something up extra delicious to make an extra good impression.
Can vegetarians eat animal crackers?
Yes. There are even vegan versions. Barbara's Bakery brand makes 'em.smile
Visit Jacklyn Hopper's blog. Article edited by HappyCow.Net

Cerita Tentang Seekor Kucing Vegetarian

Filed under: Artikel
Cerita Tentang Seekor Kucing Vegetarian
Diceritakan oleh Saudari Sepelatihan
Taipei, Formosa

Dapatkah seekor kucing menjadi vegetarian? Kebanyakan dokter hewan akan berkata, “Tidak mungkin. Saya tidak pernah mendengar hal seperti itu. Bagi kucing, lebih baik mati dari pada menjadi vegetarian!” Tetapi Saudari Liu punya seekor kucing yang sangat luar biasa, bernama “Bighead (si Kepala Besar)” yang sangat ketat bervegetarian, menolak untuk menyentuh makanan apa saja yang berbau daging, bahkan juga “daging” vegetarian. Di bawah ini adalah cerita yang menarik dari kucing yang luar biasa ini.

Tuhan pasti telah mengatur agar saudari Liu bertemu dengan Bighead. Setelah diinisiasi, saudari Liu tidak memelihara binatang sebab dia harus bervegetarian dan tidak suka akan bau binatang. Kemudian pada suatu hari, dia pindah ke rumah yang baru. Setelah memindahkan barang-barang, dia menemukan seekor kucing liar yang badannya kecil dan kurus kering di tangga apartemennya, dan untuk beberapa hari dia memberikan susu dan biskuit pada kucing itu.

Saudari Liu mengajar Bahasa Inggris di rumah, dan suatu hari sebelum kelas dimulai, kucing itu mengikuti muridnya masuk ke dalam apartemennya. Tetapi, saudari Liu yang selalu menjaga kebersihan rumahnya, tidak mau memelihara binatang itu dan mengeluarkannya. Pada malam itu, beberapa saudara sepelatihan datang ke rumah saudari Liu untuk meditasi kelompok, dan seorang dari mereka mengusulkan agar saudari Liu memelihara kucing yang tak berdaya itu. Pada hari berikutnya, ketika saudari Liu melihat kucing itu di tangga, dia membuka pintu dan berkata pada si kucing, “Jika kamu ingin tinggal bersama saya, kamu harus menjadi vegetarian seperti saya.” Kemudian saudari Liu mulai menghitung dari satu sampai sepuluh dan dia memutuskan akan menutup pintu jika si kucing kecil itu tidak masuk ke dalam rumah sebelum dia selesai menghitung. Tetapi ketika dia menghitung sampai delapan, si kucing dengan perlahan berjalan masuk dan mulai saat itu menjadi anggota keluarga saudari Liu.

Apa yang sebenarnya dimakan oleh Bighead? Saya yakin semuanya ingin tahu tentang itu! Bighead makan ketimun, tunas alfalfa, pepaya, buah kesemak, apel, pir, seledri, kubis, tomat, serat daging vegetarian, biskuit, dan bahkan pothos rebus (potted golden pothos). Dia terutama sangat suka akan ketimun, tunas alfalfa dan makanan asam manis. Bahkan sekarang dia mendapat hal-hal baru dalam daftar makanannya! Hal lain yang menarik dari kucing ini adalah dia memilih makanan yang ringan. Dia menolak makanan vegetarian yang menyerupai daging. Luar biasa! Kita tahu bahwa kucing tidak punya gigi geraham, lalu bagaimana Bighead mengunyah makanan? Saudari Liu mengunyah makanan itu duluan dan kemudian menempatkan sepotong kecil, yang tidak lebih besar dari kacang ijo, di telapak tangannya dan memberi makan pada si kucing. Setiap kali makan akan menghabiskan waktu sekitar satu jam. Pada permulaan, Bighead belum dapat mengontrol rahangnya dengan baik dan giginya menggarut jari saudari Liu, tetapi sekarang kucing pandai itu telah belajar bagaimana menjilat makanan tanpa melukai majikannya. Dari sini kita tahu kalau binatang pun punya perasaaan dan sangat berpengertian.

Ketika Saudari Liu membawa Bighead ke dokter hewan untuk pertama kalinya, kucing itu mengambil sikap bertahan dan galak. Setelah tiga kali berkunjung, kucing itu menjadi jinak, tenang dan sangat bekerja sama. Pada mulanya dokter hewan itu tidak percaya kalau kucing dapat menjadi vegetarian, tetapi kemudian dia tertawa dan berkata kalau Bighead akan segera menjadi “tercerahkan,” dan melalui insiden ini dia mulai mengenal ajaran Guru. Di bawah pemeliharaan yang teliti, kucing tak berbulu ini mulai mempunyai bulu lagi dan karena berdiet vegetarian, dia tidak berbau seperti halnya binatang lainnya.

Bighead adalah seekor kucing spiritual “Quan Yin”. Dia berjalan dengan tenangnya di antara para inisiat yang datang untuk bermeditasi bersama, dan setelah bermeditasi, seorang saudara sepelatihan mendapatkan Bighead duduk tak bergerak pada lututnya, sepertinya dia sedang bermeditasi. Ketika para inisiat bersiap-siap untuk pulang setelah sesi meditasi selesai, kucing itu duduk di bantal dari setiap orang selama beberapa saat, supaya mendapatkan berkah. Bighead juga adalah weker dari saudari Liu. Setiap pagi, si kucing membangunkan saudari Liu untuk mengingatkan dia akan saat meditasi!
Sejak Bighead mulai makan makanan vegetarian, dia menjadi jinak dan bertingkah laku menyenangkan, yang membuatnya menjadi terkenal di antara para dewasa dan anak-anak. Tetapi dia juga sensitif. Dia menyembunyikan diri jika ada orang asing yang datang, tetapi keluar dengan segera untuk menyambut para inisiat. Ketika murid saudari Liu datang, dia bersembunyi, tetapi ketika anak-anak inisiat datang ke rumah saudari Liu, dia bermain dengan mereka dan membiarkan mereka mengelus tubuhnya. Kucing yang sangat menyenangkan!

Bighead tinggal dengan gembira dan bebas di rumah saudari Liu, dimana dia menikmati meluncur di lantai yang bersih dan berjungkirbalik ketika dia berada sendirian di rumah. Saudari Liu telah belajar tentang kebajikan, cinta dan kesabaran dari Bighead, dan sekarang mengerti kalau binatang pun mempunyai aspek kerohanian, yang berbeda hanyalah mereka menggunakan bahasa yang berlainan. Bighead adalah suatu bukti nyata bahwa binatang peliharaan dapat menjadi vegetarian, yang membuat mereka lebih sehat dan memiliki bulu yang lebih indah. (Silahkan melihat rujukan pada “Diet Vegetarian Menyelamatkan Anjing,” Majalah News No. 134.) Apakah kalian ingin mencoba gaya hidup saudari Liu? Mungkin binatang peliharaan kalian akan menjadi kucing atau anjing vegetarian yang berbahagia.

Sumber : kucing vegetarian

Indahnya Bervegetarian

Halo pembaca Blog " Sehat Bervegetarian"  dimana pun berada, pertama- tama saya mengucapkan selamat Tahun Baru " Happy New Year 2011". Semoga di tahun ini hidup kita semua lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kekuatan dan bimbingan-Nya  kepada kita dalam menjalankan kehidupan dan semoga semua makhluk berbahagia. Di awal tahun ini saya mengambil tema tentang " Indahnya Bervegetarian".

Didunia ini  coba kita bayangkan dan renungkan tidak semua orang bisa makan sehari 3 kali. Bahkan ada yang makan sehari hanya sekali atau bahkan berhari hari tidak makan karena faktor kemiskinan yang melanda. Kemiskinan membuat mereka kelaparan, kelaparan membuat mereka menderita. Inilah yang terjadi di dunia ini. Kita perlu bersyukur kepada Tuhan karena kita bisa makan sehari 3 kali bahkan lebih, akan tetapi terkadang kita justru tidak menghargai berkah-Nya kepada kita, justru kita masih mengeluh makanan ini tidak enak, itu tidak enak. Sebelum kita mengeluh demikian coba kita bayangkan saudara- saudara kita dibelahan dunia sana yang kelaparan, yang sama sekali tidak makan, badan jadi kurus kering, penyakit pun merajalela.


Melalaui Indahnya Bervegetarian, dimana vegetarian bisa mengatasi kelaparan dunia dan pemanasan global, dan  karena dinegara - negara maju justru peternakan penyumbang terbesar kelaparan dunia dan pemanasan global.Untuk mendapatkan bahan ini saya dapatkan di http//www.pemanasanglobal/net/fag/apa-solusi-tercepat-untuk-menghentikan-pemanasan-global.htm 

 Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging!.

Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan seluruh dunia.
Untuk membantu Anda membayangkan bagaimana sektor peternakan bisa menghasilkan emisi yang begitu besar, simaklah beberapa poin berikut ini:
1 Pemeliharaan hewan ternak memerlukan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, dll. Salah satu inefisiensi listrik terbesar adalah dari mesin-mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Baik yang ada di peternakan maupun yang ada di titik-titik perhentian (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll) sebelum daging tersebut tiba di rumah/piring makan Anda. Anda tentu tahu bahwa mesin-mesin pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros listrik/energi.

2 Transportasi yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung peternakan lainnya (obat-obatan dll) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.

3 Peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Mungkin sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah Anda membayangkan berapa banyak lagi emisi yang dihasilkan tiap industri pendukung tersebut? Perekonomian yang maju tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur! Masih banyak sektor-sektor industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia ini. Jadi mengapa harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?


Sumber: Publikasi tanggal 27 Januari 2008
 
 
4Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Demi pembukaan lahan peternakan, begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih diperparah lagi dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam pakan ternak tersebut (gandum, rumput, dll). Padahal akan jauh lebih efisien bila tanaman tersebut diberikan langsung kepada manusia. Peternakan sapi saja telah menyedot makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Lebih dari jumlah populasi manusia di dunia. KELAPARAN DUNIA TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG BERVEGETARIAN. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang vegetarian menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan hujan tropis mengalami penggundulan besar-besaran untuk menyediakan lahan peternakan. Lima puluh lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan hanya untuk menghasilkan satu ons burger! Perusakan hutan sama dengan memperparah efek pemanasan global karena CO2 yang tersimpan dalam tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan dengan matinya tanaman tersebut.
  5.Hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan. Sapi secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan (kita mengenalinya sebagai bersendawa—glegekan kata orang jawa). Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya!
6 Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang notabene 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya adalah: Memangnya seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton kotoran per detik! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut di seluruh dunia! Jumlah yang luar biasa besar itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern adalah membuangnya ke sungai atau ke tempat-tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air. Kontribusi gas NO dari sektor peternakan sangatlah signifikan!
Metana dan Nitro Oksida yang berasal Dari sistem pencernaan dan kotoran hewan menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih hebat dari semua mobil,kereta api, dan pesawat digabungkan
Lakukanlah sesuatu! JADILAH VEGETARIAN! Inilah hal yang TERBAIK yang bisa Anda lakukan bila Anda ingin menyumbangkan sesuatu bagi usaha dunia mengerem pemanasan global, disamping dari segala penghematan listrik dan energi yang Anda lakukan.
Penelitian Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa seorang vegetarian dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya! Jumlah ini bahkan lebih banyak dari mengganti mobil Anda dengan Toyota Prius yang hanya menghemat 1 ton emisi karbon setiap tahunnya. Beberapa media massa luar negeri bahkan menyebut “Vegetarian is the new Prius!”
Berubah menjadi vegetarian tidak membutuhkan biaya apa-apa, bahkan menghemat anggaran belanja Anda. Bandingkan dengan membeli mobil ramah lingkungan yang harganya sangat mahal dan hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit. Janganlah berpikir bahwa Anda sendirian tidak akan dapat membuat perbedaan karena masih banyak orang di luar sana yang masih melakukannya. Jadilah contoh bagi mereka. Informasi dan contoh nyata dari satu orang dapat menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang lainnya. Ini bukanlah candaan ataupun pujian yang dibuat-buat: Tetapi Andalah calon-calon penyelamat dunia ini dengan pilihan dan tindakan Anda yang akan menginspirasi orang-orang lainnya. Seribu orang yang beralih ke pola makan vegetarian sama dengan pengurangan 1.500 ton emisi karbon per tahun. Bila 10% saja dari penduduk Indonesia bervegetarian, kita telah mengurangi sedikitnya 30 juta ton emisi karbon per tahun! Suatu angka penghematan yang sangat fantastis!
Alasan bervegetarian saat ini bukan lagi hanya karena Anda sok baik/peduli pada nasib hewan. Bukan hanya karena Anda sok suci/spiritual. Bukan juga hanya karena Anda peduli pada kesehatan Anda, tetapi lebih dari itu: Anda ingin hidup lebih lama di planet ini dan Anda ingin mewariskan masa depan yang layak bagi Anak cucu Anda kelak! Entah apa yang akan dipikirkan oleh anak cucu kita ketika mereka tahu bahwa masa suram yang mereka jalani di masa depan adalah buah dari ketidakpedulian orang tua mereka.
Berubahlah! apalah artinya mengganti sepotong empal dengan sepotong tahu, bila hal ini berhubungan langsung dengan keselamatan Anda, dan juga masa depan anak cucu Anda. Sesederhana itu untuk menyelamatkan dunia: Lepaskanlah daging dari piring makan Anda! Mulai sekarang, ketika Anda merasa cuaca sangat panas, atau ketika Anda melihat berita bencana alam yang mengerikan di TV atau di koran pagi ini, renungkanlah kembali apa yang baru saja Anda makan tadi malam.
Penyelesaian untuk Krisis Energi: Bahan Bakar Alternatif dan Diet Vegetarian
Mengikuti diet vegetarian bahkan lebih efektif dalam mengurangi emisi rumah kaca daripada mengendarai sebuah kendaraan listrik hibrida, menurut sebuah karya tulis yang diterbitkan pada tanggal 12 April 2006 di Earth Interactions, sebuah jurnal dari Persatuan Geofisika Amerika. Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago menyimpulkan bahwa mengikuti diet vegan mengurangi emisi C02 sebanyak 1,5 ton tiap tahun, dibanding 1 ton yang dihemat bila berpindah dari sebuah mobil biasa (Toyota Camry) ke sebuah mobil hibrida (Toyota Prius).
Hal yang sangat mengejutkan pada penelitian adalah biaya energi dari memakan ikan hampir sama besarnya dengan makan daging merah. Ini karena biaya yang sangat besar dari menjaring ikan di kapal. Di antara para ahli biologi, ikan dan daging sering dianggap “protein murah” bagi hewan pemangsa. Tetapi, hal sebaliknya berlaku bagi produksi makanan manusia. Untuk manusia, efisiensi energi (energi keluaran dibagi dengan energi masukan) dari protein udang, misalnya, adalah 0.5%, dibanding 510% untuk gandum. Produk-produk hewani lainnya jatuh dalam kisaran 3%. Ini baru menyangkut protein dan belum termasuk nutrisi lainnya; dan dalam hal ini buah-buahan dan sayuran adalah sumber-sumber yang jauh lebih efisien.
Para peneliti menegaskan bahwa studi mereka belum memperhitungkan biaya energi jangka panjang yang sangat besar sehubungan dengan pemakaian sumber-sumber daya alam seperti air dalam produksi daging. Dr. Eshel menyimpulkan, "Kami katakan bahwa semakin Anda sanggup menjalankan diet vegan dan semakin jauh dari makanan berdaging, maka semakin baik bagi planet ini.
http://www.fao.org/newsroom/en/news/2006/1000448/index.html
http://www.nytimes.com/2007/08/29/business/media/29adco.html?st=cse&sq=Livestock+global+warming&scp=20
http://www.huffingtonpost.com/kathy-freston/taking-global-warming-per_b_74497.html
http://www.huffingtonpost.com/kathy-freston/vegetarian-is-the-new-pri_b_39014.html
http://www.greenpeace.org/usa/getinvolved/green-guide/green-lifestyle/go-vegetarian
http://www.goveg.com/environment-globalwarming.asp

http://www.pemanasanglobal.net/faq/apa-solusi-tercepat-untuk-menghentikan-pemanasan-global.htm